Apakah kita perlu mengembalikan Jati Diri Bangsa dan belajar Sejarah Bangsa Indonesia. Setiap bangsa di dunia ini punya karakteristik dan adat istiadat yang berbeda, sebagai warisan dari nenek moyang bangsa tersebut. Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa yang hidup di dunia tentu punya kepribadian serta Jati Diri Bangsa yang berbeda dengan bangsa yang lainnya.
Kepribadian dan Jati Diri Bangsa tentu ditentukan dan dipengaruhi berbagai macam faktor, diantaranya faktor historis, religius, serta pengaruh dari luar bangsa itu sendiri.
Berdasar faktor historis Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, artinya Bangsa Indonesia tidak pernah melakukan ekspansi terhadap bangsa lain di sekitarnya. Secara religius, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama, yang mana setiap agama melarang berbuat mungkar, makar, ingkar ataupun bertengkar. Namun bukan berarti menjadi bangsa yang pengecut, tentu harus mempertahankan harga diri bangsa sebagai bangsa yang berdaulat jika ada tekanan, paksaan apalagi serangan dari bangsa lain.
Setelah bersatunya kerajaan - kerajaan dan hilangnya fanatik kesukuan bangsa kita bisa mengusir penjarah dan penjajah Ibu Pertiwi tercinta ini. Namun jiwa patriotisme, bela bangsa serta harga dirinya seakan telah memudar atau mungkin telah sirna, pada generasi tua dan muda.
Marilah kita secara bersama- sama berbuat, untuk "Mengembalikan Jati diri Bangsa" ini sebelum benar-benar hilang dan musnah. Tentu hal ini bukanlah pekerjaan yang ringan dan mudah, membutuhkan perjuangan serta pengorbanan dari setiap elemen bangsa. Kalau tidak dari sekarang, mulai saat ini, berawal dari diri kita, jangan harap kita punya harga diri di mata bangsa lain. Pasti! ! !
Kepribadian dan Jati Diri Bangsa tentu ditentukan dan dipengaruhi berbagai macam faktor, diantaranya faktor historis, religius, serta pengaruh dari luar bangsa itu sendiri.
Berdasar faktor historis Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, artinya Bangsa Indonesia tidak pernah melakukan ekspansi terhadap bangsa lain di sekitarnya. Secara religius, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama, yang mana setiap agama melarang berbuat mungkar, makar, ingkar ataupun bertengkar. Namun bukan berarti menjadi bangsa yang pengecut, tentu harus mempertahankan harga diri bangsa sebagai bangsa yang berdaulat jika ada tekanan, paksaan apalagi serangan dari bangsa lain.
Setelah bersatunya kerajaan - kerajaan dan hilangnya fanatik kesukuan bangsa kita bisa mengusir penjarah dan penjajah Ibu Pertiwi tercinta ini. Namun jiwa patriotisme, bela bangsa serta harga dirinya seakan telah memudar atau mungkin telah sirna, pada generasi tua dan muda.
Marilah kita secara bersama- sama berbuat, untuk "Mengembalikan Jati diri Bangsa" ini sebelum benar-benar hilang dan musnah. Tentu hal ini bukanlah pekerjaan yang ringan dan mudah, membutuhkan perjuangan serta pengorbanan dari setiap elemen bangsa. Kalau tidak dari sekarang, mulai saat ini, berawal dari diri kita, jangan harap kita punya harga diri di mata bangsa lain. Pasti! ! !

3 comments:
MARI KITA MULAI DARI MEMBENTUK DIRI KITA MASING MASING AGAR MENJADI MANUSIA SEUTUHNYA DAN MULAI BERBAGI DENGAN SESAMA
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG
I LOVE YOU PHUUUUUUULLLLLL
Sebagai warga negara Indonesia yang berjiwa nasionalis, mari kita dukung gerakan mengembalikan jati diri bangsa...
Mengembalikan jati diri bangsa? HArus dengan kerjasama yg keras antara komponen masyarakat dan pemerintah, tp Kerja keras saja tak cukup. Sebab kerja keras saja masih berkonotasi dengan kerja yg serampangan. Tetapi juga harus dibarengi dengan kerja cerdas dan kerja ikhlas. Jika sudah berkumpul ke-tiganya, insya Allah kerjaan kita akan sukses. Jika dikaitkan dengan bangsa, tentu bangsa ini akan maju.
Salam panas dari Wong Jalur, Banyuasin, Sum-Sel. Semangat!
Post a Comment